Jujur, Amanah dan Tanggung Jawab, Tiga Sifat yang Saling Berhubungan

Dafanya Ilustration 1.

Jujur, amanah, dan bertanggung jawab, tiga sifat ini merupakan sifat yang harus kita miliki agar mendapat kepercayaan dari orang lain. Tahukah #DFsister bahwa tiga sifat ini berhubungan satu sama lain? 

Jujur adalah bertindak dan mengatakan sesuatu yang benar dan sesuai dengan kenyataan. Sedangkan amanah adalah melaksanakan perintah atau tugas dengan sungguh-sungguh dan jujur. Dalam melaksanakan amanah ini diperlukan sifat jujur.

Sifat amanah ini juga merupakan sifat yang disukai Allah swt. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Anfal ayat 27 yang berarti, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”, serta dalam surah Al-Mu’minun ayat 8 yang berarti, “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya.”

Tanggung jawab adalah sikap untuk melaksanakan perintah atau tugas dengan sungguh-sungguh. Sifat bertanggung jawab ini perlu diterapkan dalam melaksanakan amanah yang diberikan. Jika ditarik sebuah garis lurus antara jujur, amanah dan tanggung jawab, dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan sebuah amanah diperlukan sifat jujur dan rasa tanggung jawab.

Yuk Lakukan Perbuatan Baik Ini Setiap Hari!

Dafanya Ilustration 1. Tersenyum Setiap Hari

Dalam berbuat sesuatu, tentunya akan lebih baik jika kita melakukan perbuatan baik. Di samping mendapat pahala, perbuatan baik yang kita lakukan bisa saja kita terima kembali. Bahkan, bisa saja yang menerima perbuatan baik tersebut nantinya anak, saudara, atau keluarga kita yang lain.

Pernah berpikir akan sulit melakukan perbuatan baik secara konsisten? Faktanya, ada banyak perbuatan baik yang dapat dilakukan setiap hari. Perbuatan yang paling mudah adalah tersenyum. #DFsister dapat melakukan ini setiap hari saat bertemu atau berpapasan dengan orang lain.

Di samping tersenyum, kita juga perlu menghormati orang lain. Menghormati ini dapat diartikan tidak bersikap seenaknya pada orang lain. Juga menghargai pendapat maupun pilihan mereka. Jika #DFsister kurang setuju  pendapat orang lain, jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang sopan ya!

Menyeimbangkan Ibadah dan Liburan

Dafanya Ilustration 1. Beribadah Saat Berlibur

Tentunya banyak dari #DFsister yang membutuhkan dan menyukai liburan. Selain untuk refreshing, liburan juga menjadi ajang untuk menjelajahi tempat baru. Sebagai muslim, berlibur bukan berarti kita melupakan ibadah, terutama salat lima waktu yang wajib dilaksanakan. Saat ini, juga banyak tempat wisata yang telah menyediakan tempat beribadah.

Tentunya hal ini akan berbeda jika #DFsister berlibur ke luar negeri, terutama negara yang tidak didominasi muslim. Jika kalian tidak menemukan praying room, ruang lain yang bersih dapat menjadi alternatif untuk digunakan sebagai tempat beribadah.

Hal lain yang dapat kita lakukan adalah melakukan salat jamak. Salat jamak ini dapat dilakukan di awal waktu atau akhir waktu. Bagaimana pun, rezeki yang kita dapat diberikan oleh Allah swt., apa pantas kita berlibur dengan rezeki dari-Nya tapi melupakan-Nya saat berlibur?

Mengajarkan Kebersihan Kepada Anak

Dafanya Ilustration 1. Mengajarkan Kebersihan Kepada Anak

Menjaga kebersihan tentunya penting. Di samping untuk menjauhkan dari penyakit, Allah swt. juga mencintai kebersihan. Hal ini tertuang pada surah Al-Baqarah ayat 222 yang memiliki arti  “…Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” Lingkungan pertama yang dapat mengajarkan kebersihan adalah keluarga. Ibu tentunya juga berperan dalam hal ini.

Hal kecil yang dapat ibu ajarkan untuk menjaga kebersihan adalah membuang sampah pada tempatnya. Tidak hanya mengajarkan, kita juga perlu mencontohkan dengan action yang kita lakukan sendiri. Hal kecil ini berkemungkinan akan dibawa ke lingkungan yang lebih luas, seperti, sekolah, teman bermainnya, dan lain-lain.

Cara lain yang dapat dilakukan ibu adalah menaruh tempat sampah di tempat anak sering bermain agar anak tidak merasa malas untuk membuang sampah. Manfaat lain dari membuang sampah adalah memperindah lingkungan. Lingkungan yang indah dan bersih tentunya akan nyaman dipandang.

Hal lain yang dapat diajarkan kepada anak adalah mencuci kaki dan tangan setelah bermain atau bepergian dari luar rumah. Yang lebih sederhana adalah mengajjarkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kebiasaan anak untuk menjaga kebersihan sejak kecil ini tentunya akan melekat pada dirinya hingga ia dewasa.

Menyeimbangkan Ibadah dan Pekerjaan

Dafanya Ilustration 1. Menyeimbangkan Ibadah dan Kerja

Mungkin banyak dari #DFsister yang merupakan wanita karir. Sebagai seorang muslim, tidak hanya dunia yang harus kita perjuangkan, tetapi, juga akhirat. Sibuk bekerja tidak berarti kita dapat melupakan ibadah.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan agar karir dan ibadah seimbang? Hal terpenting yang harus dilakukan adalah jangan sampai melupakan ibadah wajib, yaitu salat lima waktu. Ketika sudah masuk waktu untuk melaksanakan salat lima waktu, segera lah laksanakan salat

Di samping ibadah wajib, juga ada ibadah sunnah yang dapat dilaksanakan sambil #DFsister bekerja, seperti, salat dhuha dan membaca Al-Quran. Jika ingin melaksanakan ibadah sunnah, jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dulu agar ketika melaksanakan ibadah merasa lebih tenang.

#DFsister juga dapat membuat jadwal untuk bekerja dan beribadah. Contohnya, menghentikan sementara pekerjaan pada 12.00 lalu melaksanakan salat zuhur dan dilanjut dengan istirahat. Bagaimana pun, hidup kita yang kekal nantinya adalah di akhirat. Seperti yang tertulis pada Surah Ghafir ayat 39 yang memiliki arti

“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghafir:39)

Sifat Maryam di Masa Kini

Dafanya Ilustration 1. Siti Maryam Bersandar ke Pohon Kurma

Siti Maryam merupakan anak dari Imran. Siti Maryam dikenal sebagai sosok yang menjaga kesucian dirinya dan rajin beribadah kepada Allah swt. Pada usia 13 tahun, ia diberi amanah oleh Allah swt. untuk mengandung Nabi Isa. Ia merasa kebingungan karena ia menjaga dirinya dari laki-laki.

                Selama mengandung Nabi Isa, Siti Maryam memutuskan untuk mengasingkan diri. Menjelang melahirkan Nabi Isa, ia merasa sangat kesakitan dan bersandar pada pohon kurma. Tidak disangka, di bawah kakinya mengalir sungai kecil yang airnya dapat ia minum. Pohon kurma yang ia jadikan tempat bersandar pun memiliki buah yang telah matang.

                Setelah melahirkan Nabi Isa, Maryam kembali ke kaumnya sambil menggendong Nabi Isa.  Ia kembali dicemooh dan sebagai balasan ia menunjuk Nabi Isa. Nabi Isa yang masih bayi justru membalas cemoohan tersebut dengan mengatakan bahwa ia akan menjadi nabi dan diberi Kitab Injil.

                Di masa kini, sifat Maryam sebagai ibu dapat kita terapkan. Antara lain sikapnya tetap tegar dengan anaknya walau pun hanya ada Allah swt. di sisinya. Juga sifatnya yang tetap tawakal kepada Allah swt. dalam situasi apapun dan menyayangi anaknya dalam keadaan apa pun. Jangan lupakan juga dengan ketegasan Siti Maryam dalam menjaga dirinya dari laki-laki. Siti Maryam saat ini memang sudah tidak ada, tetapi, sifatnya dapat kita hidupkan di masa kini.