Ibu dan Tanggung Jawabnya yang Mulia

Sebagai manusia tentunya kita memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan. Tanggung jawab adalah melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita. Tanggung jawab ini sendiri dapat berupa tanggung jawab pada diri sendiri, pada orang sekitar, serta kepada Allah swt. Tanggung jawab pada diri sendiri dapat berupa memberikan sandang, pangan, dan papan yang layak. 

Setelah bertanggung jawab pada diri sendiri, barulah kita dapat bertanggung jawab pada orang lain dan Allah swt. Tanggung jawab pada orang lain dapat berupa mengerjakan tugas sekolah atau pekerjaan dengan baik, menjalankan amanah dengan baik, dan membantu orang lain setelah tanggung jawab kita selesai. Terakhir, bertanggung jawab pada Allah swt.  dapat ditunjukkan dengan melaksanakan salat lima waktu serta menjauhi apa yang dilarang.

Dafanya Ilustration 1. Ibu dan Tanggung Jawabnya

Secara spesifik, kita sebagai wanita yang berperan sebagai ibu juga memiliki tanggung jawab tersendiri. Seperti yang sudah kita tahu, keluarga merupakan lingkungan pertama seorang anak. Dalam lingkungan keluarga ini, anak akan belajar banyak hal dari ibunya.

Dalam lingkungan keluarga ini, ibu memiliki peran yang sangat penting. Ibu merupakan sosok guru pertama yang dikenali seorang anak. Ibu harus bisa memberikan pendidikan pertama dan membentuk kepribadian baik anak pada masa pertumbuhan anak. Jika sejak awal anak memiliki pendidikan serta kepribadian yang baik, maka hal tersebut akan ia bawa ke lingkungannya yang lain.

Dafanya Ilustration 2. Ibu sebagai Guru di Keluarga

Di samping mendidik anak, ibu juga memiliki peran sebagai chef yang menyajikan makanan yang sehat dan bergiizi kepada anggota keluarga. Di samping sehat dan bergizi, seorang ibu juga harus kreatif mencari cara menyajikan makanan. Hal ini dikarenakan biasanya anak merasa bosan dengan menu makanannya dan menyebabkan ia melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM).

Menjadi seorang ibu juga melatih diri untuk menjadi dokter bagi keluarga sendiri. Sejak sang anak lahir, seorang ibu dengan nalurinya tentu akan merawat anaknya dengan sepenuh hati. Ditambah jika anak sakit, saat ini lah jiwa dokter seorang ibu akan diasah. 

DI samping menjadi dokter, seorang ibu juga memiliki jiwa manajemen yang baik. Manajemen ini meliputi manajemen waktu, serta materi. Manajemen ini perlunya dilakukan dengan baik agar baik waktu maupun materi dapat dimanfaatkan dengan baik.

Serial 1: Siti Hajar

Jika sebelumnya kita telah membahas Siti Sarah, pada serial ini kita akan membahas Siti Hajar atau biasa disebut Hajar. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai latar belakang Siti Hajar. Ada sumber yang mengatakan bahwa Siti Hajar adalah anak dari Firaun dan anak dari raja Mesir. 

Ada pula yang mengatakan bahwa Siti Hajar adalah anak dari seorang raja yang kalah dalam peperangan dengan Firaun. Kekalahan ayahnya dari perang inilah yang membuat Siti Hajar menjadi budak Firaun. Sumber lain mengatakan dikarenakan Siti Hajar adalah anak dari seorang raja, otomatis ia merupakan keturunan bangsawan. Dikarenakan hal ini, ia ditempatkan sebagai kepala dari budak-budak Firaun. 

Dafanya Ilustration 1. Siti Hajar Menjadi Budak

Bagaimana bisa Siti Hajat memiliki kaitan dengan Nabi Ibrahim? Hal ini bermula saat Nabi Ibrahim dan Siti Sarah pergi ke Mesir dan dipanggil untuk menghadap raja Mesir. Saat itu, sang raja tertarik dengan Siti Sarah. Raja Mesir yang ingin mendekati Siti Sarah selalu gagal. Hal ini dikarenakan Siti Sarah meminta perlindungan kepada Allah swt.

Hingga akhirnya, sang raja menyerah dan memerintahkan Siti Sarah dan Nabi Ibrahim untuk pulang dengan membawa budaknya, Siti Hajar. Akhirnya, Hajar pun menjadi budak Nabi Ibrahim dan Siti Sarah. Pada saat itu, Nabi Ibrahim dan Siti Sarah mendambakan anak. Akan tetapi, Siti Sarah tidak kunjung dikaruniai anak.

Dafanya Ilustration 2. Siti Sarah dan Nabi Ibrahim Ingin Memiliki Anak

Melihat Siti Hajar yang baik, Siti Sarah meminta Nabi Ibrahim untuk menikah dengan Hajar. Nabi Ibrahim pun memenuhi keinginan Siti Sarah. Setelah menikah, Hajar pun dikaruniai anak yang nantinya akan menjadi nabi. Anak yang dilahirkan Hajar adalah Nabi Ismail.

Serial 2: Asiyah

Jangan lupa untuk membaca serial 1: Asiyah terlebih dahulu ya, #DFsister! Kalian bisa membacanya di sini https://www.dafanyascarf.com/serial-1-asiyah/

Di sisi lain, Asiyah dan dayang-dayangnya sedng berada di Sungai Nil sambil menaiki perahu. Pada saat itu, dayang-dayangnya mengambil peti kayu yang berisi Nabi Musa dan menyerahkannya kepada Asiyah. Asiyah terpana ketika membuka peti tersebut karena ia melihat bayi laki-laki yang sangat tampan. 

Asiyah merasa sayang kepada bayi di peti kayu tersebut. Ia pun memutuskan untuk membawa bayi tersebut ke istana walaupun dayang-dayangnya khawatir jika bayi tersebut adalah bayi dari dari Bani Israil. Asiyah juga memutuskan tidak memberitahu Firaun tentang bayi tersebut karena khawatir bayi tersebut akan dibunuh Firaun.

Tak lama setelah dibawa ke istana, Nabi Musa menangis walaupun telah diberikan mainan dan diganti bajunya. Hingga akhirnya diketahui bahwa Nabi Musa haus. Asiyah pun segera memerintahkan untuk mencari ibu susu untuk Nabi Musa. Setelah beberapa ibu susu didatangkan untuk Nabi Musa, tetapi, Nabi Musa tetap tidak mau menyusu.

Dafanya Ilustration 1. Asiyah Menemukan Nabi Musa di Sungai Nil

Hingga akhirnya didatangkanlah Yukabad, ibu kandung Nabi Musa. Berbeda dengan ibu susu sebelumnya, Nabi Musa tidak menolak untuk menyusu dengan Yukabad. Asiyah pun merasa lega. DI sisi lain, Firaun akhirnya mengetahui bahwa Asiyah menemukan bayi laki-laki di Sungai Nil. Ia pun merasa murka dan segera mendatangi Asiyah serta bayi yang ditemukan di Sungai Nil. 

Dengan segera, Firaun memerintahkan untuk  membunuh Nabi Musa karena ia takut Nabi Musa adalah bayi dari kaum Bani Israil. Asiyah tentu tidak ingin bayi tersebut dibunuh. Ia pun memohon kepada Firaun agar Nabi Musa tidak dibunuh.  Firaun pun akhirnya luluh dan mengizinkan Asiyah untuk merawat Nabi Musa di istana.

Seiring waktu berjalan, Nabi Musa pun tumbuh dewasa. Suatu hari, Nabi Musa memutuskan untuk keluar dari kota karena ia terancam dibunuh setelah membunuh seseorang dari kaum Firaun. Kepergian Nabi Musa ini dilakukan secara mendadak sehingga ia tidak sempat berpamitan dengan siapa pun, termasuk Asiyah. Asiyah yang mengetahui Nabi Musa keluar dari kota pun merasa sedih. 

Bertahun-tahun Nabi Musa pergi dari kota, bertahun-tahun pula Asiyah menahan rindu. Selama Nabi Musa pergi, Asiyah kerap diperlakukan kasar oleh Firaun. Firaun merasa perbuatan Nabi Musa merupakan perbuatan Asiyah juga karena ialah yang membawa Nabi Musa dari Sungai Nil. Di samping siksaan yang ia terima, Asiyah tetap beribadah kepada Allah swt.

Dafanya Ilustration 2. Gambaran Rumah Asiyah di Surga

 Perlakuan kasar yang diterima Asiyah salah satunya adalah dibiarkan terlentang di padang pasir dan tidak diberi makanan dan minuman. Tanpa Firaun ketahui, malaikat membentangkan sayapnya agar Asiyah tidak merasakan panas di pasang pasir. Hal ini membuat Firaun murka karena ia ingin Asiyah segera meninggal. 

Firaun pun memerintahkan pengawalnya untuk menindih Asiyah dengan batu. Pada momein ini, Asiyah berdoa agar dibangunkan rumah di surga. Allah swt. pun menunjukkan kepada Asiyah gambaran rumah yang akan ia tempati di surga kelak. Hal ini membuat ia tersenyum bahagia. Di sisi lain, Firaun menganggapnya gila karena tersenyum di saat akan disiksa. Pada saat inilah Allah swt. mencabut nyawa Asiyah. Hingga akhir hayat pun, Asiyah tetap berpendirian teguh untuk beriman kepada Allah swt.

Serial 1 : Asiyah

Nama Firaun tentunya sudah tidak asing di telinga kita. Akan tetapi, apakah #DFsister tahu sosok Asiyah yang merupakan istri dari Firaun? Sini Mindaf ceritain kisah Asiyah, salah satu dari empat wanita yang dijanjikan surga oleh Allah swt. bersama dengan Maryam, Fathimah, dan Khadijah.

Asiyah binti Muzahim merupakan seorang yang taat dan beriman kepada Allah swt. Tidak hanya dia, keluarganya pun demikian. Dari sini dapat diketahui bahwa Asiyah berasal dari keluarga yang beriman kepada Allah swt.

Asiyah memiliki wajah yang cantik. Hal ini lah yang membuat Firaun tertarik untuk menjadikannya istri. Firaun pun mengutus anak buahnya, Haman, untuk melamar Asiyah menjadi istrinya. Asiyah dan keluarganya menolak lamaran Firaun. Adapun alasan penolakan ini dikarenakan Firaun dikenal kejam dan tidak percaya dengan Allah swt.

Firaun yang mendengar kabar tersebut pun murka karena selama ini tidak pernah ada yang berani menentangnya. Ia pun memerintahkan Haman kembali untuk membawa Asiyah dan keluarganya ke hadapannya. Haman menyanggupi dan segera menuju rumah Asiyah dan keluarganya.

Dafanya Ilustration 1. Haman Mendatangi Rumah Asiyah

Sesampainya di rumah Asiyah dan keluarganya, Haman membawa paksa Asiyah dan keluarganya ke istana. Sesampainya di istana, orang tua Asiyah disiksa dengan tujuan agar Asiyah menerima lamaran Firaun. Pada siksaan pertama, Asiyah masih bersikeras menolak lamaran Firaun. Hingga pada siksaan kedua, Asiyah akhirnya menerima lamaran Firaun karena tidak sanggup melihat orang tuanya disiksa.

Setelah menerima lamaran Firaun, Asiyah pun menikah dengan Firaun dengan keterpaksaan. Firaun dikenal sebagai raja yang kejam, sombong dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Walaupun Asiyah sudah menikah dengan Firaun, ia tetap beriman kepada Allah dan tidak menyembah Firaun. Ia memiliki pendirian yang teguh untuk tetap beriman kepada Allah swt. 

Hingga suatu hari Firaun bermimpi aneh. Di mimpinya, ia melihat cahaya merah yang datang dari Gassan, yaitu tempat tinggal Bani Israil di Mesir. Ternyata cahaya merah itu adalah api. Cahaya merah tersebut lama kelamaan semakin mendekati Mesir. Dalam mimpinya, Mesir terbakar dan penduduknya pun berlarian untuk menyelamatkan diri. Anehnya, tempat tinggal Bani Israil tidak mengalami kebakaran. 

Dafanya Ilustration 2. Firaun Bermimpi Mesir Mengalami Kebakaran

Firaun yang bangun setelah mendapat mimpi tersebut pun segera memanggil orang yang dapat mentafsirkan mimpinya. Mimpi Firaun ini memiliki arti bahwa akan ada pemuda dari Bani Israil yang akan menghancurkannya. Akibat mimpi tersebut, Firaun membuat keputusan bahwa semua bayi laki-laki dari  Bani Israil yang lahir harus dibunuh. 

Tentunya kabar ini membuat para ibu hamil khawatir, salah satunya Yukabad, ibu dari Nabi Musa. Ketika tiba masa Yukabad melahirkan, ternyata bayi yang dkandung Yukabad berjenis kelamin laki-laki. Yukabad merasa senang dan sedih. Ia senang karena memiliki anak laki-laki, tetapi, ia juga sedih karena bayinya akan dibawa pasukan Firaun dan dibunuh.

Allah swt. pun memberikan petunjuk kepada Yukabad untuk menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil. Yukabad yang beriman kepada Allah swt. pun melaksanakan perintahNya walau merasa tidak tega dengan bayinya. Yukabad pun menghanyutkan peti kayu yang berisi Nabi Musa ke Sungai Nil. 

Serial 2 : Siti Sarah

Seperti halnya pasangan suami istri lainnya, Nabi Ibrahim dan Siti Sarah mendambakan anak di keluarga mereka. Akan tetapi, setelah menikah puluhan tahun, mereka tidak kunjung mewujudkan mimpi mereka. Siti Sarah pun merasa sedih karena ia semakin tua. Hajar, budak yang diberikan oleh raja ‘Amr memiliki sifat yang baik. Akhirnya, Nabi Ibrahim as. menikahi Hajar.

Dari pernikahannya dengan Hajar, lahirlah Nabi Ismail as. Siti Sarah merasa cemburu terhadap Hajar. Ia pun meminta Nabi Ibrahim as. agar hidup terpisah dengan Hajar. Hal ini dikabulkan oleh Nabi Ibrahim as. dan ia pun membawa Hajar serta Nabi Ismail as. ke gurun pasir dan meninggalkan mereka di sana.

Dafanya Ilustration 1. Siti Sarah Cemburu dengan Hajar

Suatu hari, Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah kedatangan tamu di rumahnya. Nabi Ibrahim as. yang terkenal mengutamakan tamu pun menyembelih anak sapi dan dimasak untuk disungguhkan kepada tamunya. Anehnya, setelah disajikan,  tamu-tamunya tidak menyentuh hidangan tersebut. 

Nabi Ibrahim as. merasa takut dan mencurigai tamu-tamunya. Tamu-tamunya pun berkata bahwa mereka diutus kepada kaum Luth. Kedatangan mereka ke rumah Nabi Ibrahim as. adalah untuk menyampaikan kabar bahwa Siti Sarah telah mengandung anak yang nantinya akan menjadi nabi, yaitu Nabi Ishaq. Mereka juga menyampaikan bahwa Nabi Ishaq nantinya juga akan memiliki anak yang menjadi nabi, yaitu Nabi Yaqub.

Dafanya Ilustration 2. Jamuan Siti Sarah dan Nabi Ibrahim

Siti Sarah yang mendengar kabar tersebut terkejut. Hal ini dikarenakan ia dan Nabi Ibrahim as. sudah sangat tua. Para malaikat mengatakan bahwa itu adalah rahmat dari Allah dan benar adanya. Sarah dan Nabi Ibrahim as. tentunya merasa bahagia setelah mendengar kabar tersebut. Seiring berjalannya waktu, Nabi Ishaq pun lahir dan tumbuh dewasa.

Seperti halnya manusia lainnya, Siti Sarah pun tidak abadi. Sarah meninggal pada usia 128 tahun dan dimakamkan di Hebron. Nabi Ibrahim as. pun membeli tempat tersebut. Selain Siti Sarah, di sana juga dimakamkan Nabi Ibrahim as, Nabi Ishaq, dan Nabi Yaqub.

Referensi : orami.co.id & islampos.com

Serial 1: Siti Sarah

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas mengenai Hafshah binti Umar bin Khatab. Di serial kali ini, kita akan membahas Siti Sarah. Siti Sarah adalah istri Nabi Ibrahim as. Yang nantinya akan menjadi ibu dari Nabi Ishaq dan nenek dari Nabi Yaqub. Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan. Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. merupakan sepupu.

Suatu waktu, Nabi Ibrahim as. menemui pamannya dan melihat Siti Sarah. Kecantikan Siti Sarah membuat Nabi Ibrahim as. terpesona. Tidak hanya kecantikan, Nabi Ibrahim as. juga terpesona dengan kebaikan yang ada di hati Siti Sarah. Kemudian, Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah menikah.

Dafanya Ilustration 1. Siti Sarah Memiliki Kecantikan yang Memukau

Selain terkenal dengan kecantikannya, Siti Sarah juga cerdas dan baik. Di samping kelebihan yang ia miliki, Siti Sarah tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan baik dan patuh. Ia selalu mengikuti Nabi Ibrahim as. kemana pun beliau pergi. 

Salah satu tempat yang didatangi Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah adalah Mesir. Saat itu, Mesir dipimpin oleh raja yang sangat menyukai wanita cantik. Raja tersebut bernama ‘Amr bin Imri’ Al-Qais ibn Mayilun. Kabar kedatangan Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. pun sampai ke telinga ‘Amr. ‘Amr juga mendengar kabar tentang kecantikan Siti Sarah. 

Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. pun dipanggil untuk menghadap raja. Nabi Ibrahim as. yang tahu jika ‘Amr menyukai wanita cantik. Bahkan jika wanita yang disukai sang raja memiliki suami, ia akan memaksa mereka untuk bercerai. Nabi Ibrahim as. yang mengetahui hal tersebut pun mengatakan kepada Siti Sarah agar mereka mengaku sebagai saudara.

Dafanya Ilustration 2. Raja Mesir Memanggil Siti Sarah

Hal tersebut menjadi kenyataan, ketika menghadap raja dan ditanya apa hubungan Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah, dikatakanlah bahwa mereka adalah saudara. Siti Sarah yang takut disentuh sang raja terus berdoa agar Allah melindungi kesuciannya. 

Seperti keajaiban, setiap sang raja ingin mendekati Siti Sarah, hal tersebut selalu gagal. Sang raja akhirnya pun menyerah untuk mendekati Sarah dan memulangkan Siti Sarah dan Nabi Ibrahim as. dari istananya. Kepulangan Nabi Ibrahim as. dan Siti Sarah ditambah dengan Hajar, budak pemberian raja.

Referensi : orami.co.id & islampos.com