Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing dengan Hafshah binti Umar bin Khatab. Ia berasal dari suku Arab Adawiyah. Hafshah lahir pada masa Nabi Muhammad SAW memindahkan Hajar Aswad ke tempat asalnya setelah Kabah dibangun kembali akibat banjir. Hafshah dan keluarganya bukan termasuk golongan orang pertama yang masuk islam. Hal ini dikarenakan ayahnya, Umar bin Khatab adalah musuh utama umat Islam pada saat itu.

Hingga suatu hari, Umar mendatangi rumah saudara perempuan dan suaminya, Fathimah dan Said bin Zaid, untuk menyiksa mereka karena mereka masuk Islam. Setibanya di rumah Fathimah dan suaminya, amarah Umar semakin memuncak ketika mendengar mereka sedang membaca Al-Qur’an. Umar pun menampar mereka hingga terkucur darah dari kening mereka. Hal tidak terduga justru terjadi, Umar merasa tersentuh saat melihat kucuran darah dari adiknya. Setelah itu, ia mengambil Al-Qur’an dan membaca sekilas awal surat Thaha. Hatinya mulai diterangi cahaya kebenaran dan keimanan. Ia bergegas menuju Rasulullah untuk menyatakan keislamannya. 

Dafanya Ilustration 1. Hafshah dan Khunais menikah

Selanjutnya, Umar mulai mengajak sanak saudaranya untuk memeluk Islam. Saat itulah Hafshah yang berusia sepuluh tahun. Keislaman Umar ini tersebar kabarnya hingga ke para muhajirin yang tinggal di Habasyah. Kabar ini memotivasi mereka untuk kembali ke tanah asal mereka, salah satunya adalah Khunais bin Hudzafah as-Sahami. Khunais segera mengunjungi Umar bin Khatab setelah ia tiba. Saat mengunjungi Umar bin Khatab, ia melihat Hafshah dan meminta kepada Umar untuk menikahkan ia dengan Hafshah. Umar merestui dan pernikahan antara Hafshah dan Khunais pun berlangsung.

Sayangnya, pernikahan Hafshah dan Khunais tidak bertahan lama. Khunais termasuk salah satu pasukan yang ikut dalam Perang Badar. Ia mendapat luka yang cukup parah hingga membuatnya meninggal dunia. Hafshah yang saat itu berusia 18 tahun telah memiliki kesabaran untuk menghadapi cobaan. Umar yang mengetahui hal tersebut merasa sedih. Ia pun berniat untuk menikahkan putrinya dengan muslim yang saleh agar hatinya tenang. Ia menemui Abu Bakar dan memintanya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi, Abu Bakar hanya diam saja tanpa memberikan jawaban. Selanjutnya, ia pergi ke rumah Utsman bin Affan. Sayangnya, Utsman menolak dengan alasan ia masih bersedih atas kepergian istrinya, Ruqayah binti Muhammad.

Dafanya Ilustration 2. Khunais mengikuti Perang Badar

Umar merasa kecewa dengan tanggapan sahabatnya tersebut. Ia pun pergi menemui Rasulullah untuk mengadukan sikap Utsman dan Abu Bakar. Setelah bertemu dengan Rasulullah, Rasulullah berkata, “Hafshah akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Abu Bakar. Utsman pun akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Hafshah.” Dengan kecerdasan akalnya, Umar paham bahwa Rasulullah lah yang akan menikahi putrinya. 

Referensi : kisahmuslim.com & tabungwakaf.com