Jangan lupa untuk membaca serial 1: Asiyah terlebih dahulu ya, #DFsister! Kalian bisa membacanya di sini https://www.dafanyascarf.com/serial-1-asiyah/

Di sisi lain, Asiyah dan dayang-dayangnya sedng berada di Sungai Nil sambil menaiki perahu. Pada saat itu, dayang-dayangnya mengambil peti kayu yang berisi Nabi Musa dan menyerahkannya kepada Asiyah. Asiyah terpana ketika membuka peti tersebut karena ia melihat bayi laki-laki yang sangat tampan. 

Asiyah merasa sayang kepada bayi di peti kayu tersebut. Ia pun memutuskan untuk membawa bayi tersebut ke istana walaupun dayang-dayangnya khawatir jika bayi tersebut adalah bayi dari dari Bani Israil. Asiyah juga memutuskan tidak memberitahu Firaun tentang bayi tersebut karena khawatir bayi tersebut akan dibunuh Firaun.

Tak lama setelah dibawa ke istana, Nabi Musa menangis walaupun telah diberikan mainan dan diganti bajunya. Hingga akhirnya diketahui bahwa Nabi Musa haus. Asiyah pun segera memerintahkan untuk mencari ibu susu untuk Nabi Musa. Setelah beberapa ibu susu didatangkan untuk Nabi Musa, tetapi, Nabi Musa tetap tidak mau menyusu.

Dafanya Ilustration 1. Asiyah Menemukan Nabi Musa di Sungai Nil

Hingga akhirnya didatangkanlah Yukabad, ibu kandung Nabi Musa. Berbeda dengan ibu susu sebelumnya, Nabi Musa tidak menolak untuk menyusu dengan Yukabad. Asiyah pun merasa lega. DI sisi lain, Firaun akhirnya mengetahui bahwa Asiyah menemukan bayi laki-laki di Sungai Nil. Ia pun merasa murka dan segera mendatangi Asiyah serta bayi yang ditemukan di Sungai Nil. 

Dengan segera, Firaun memerintahkan untuk  membunuh Nabi Musa karena ia takut Nabi Musa adalah bayi dari kaum Bani Israil. Asiyah tentu tidak ingin bayi tersebut dibunuh. Ia pun memohon kepada Firaun agar Nabi Musa tidak dibunuh.  Firaun pun akhirnya luluh dan mengizinkan Asiyah untuk merawat Nabi Musa di istana.

Seiring waktu berjalan, Nabi Musa pun tumbuh dewasa. Suatu hari, Nabi Musa memutuskan untuk keluar dari kota karena ia terancam dibunuh setelah membunuh seseorang dari kaum Firaun. Kepergian Nabi Musa ini dilakukan secara mendadak sehingga ia tidak sempat berpamitan dengan siapa pun, termasuk Asiyah. Asiyah yang mengetahui Nabi Musa keluar dari kota pun merasa sedih. 

Bertahun-tahun Nabi Musa pergi dari kota, bertahun-tahun pula Asiyah menahan rindu. Selama Nabi Musa pergi, Asiyah kerap diperlakukan kasar oleh Firaun. Firaun merasa perbuatan Nabi Musa merupakan perbuatan Asiyah juga karena ialah yang membawa Nabi Musa dari Sungai Nil. Di samping siksaan yang ia terima, Asiyah tetap beribadah kepada Allah swt.

Dafanya Ilustration 2. Gambaran Rumah Asiyah di Surga

 Perlakuan kasar yang diterima Asiyah salah satunya adalah dibiarkan terlentang di padang pasir dan tidak diberi makanan dan minuman. Tanpa Firaun ketahui, malaikat membentangkan sayapnya agar Asiyah tidak merasakan panas di pasang pasir. Hal ini membuat Firaun murka karena ia ingin Asiyah segera meninggal. 

Firaun pun memerintahkan pengawalnya untuk menindih Asiyah dengan batu. Pada momein ini, Asiyah berdoa agar dibangunkan rumah di surga. Allah swt. pun menunjukkan kepada Asiyah gambaran rumah yang akan ia tempati di surga kelak. Hal ini membuat ia tersenyum bahagia. Di sisi lain, Firaun menganggapnya gila karena tersenyum di saat akan disiksa. Pada saat inilah Allah swt. mencabut nyawa Asiyah. Hingga akhir hayat pun, Asiyah tetap berpendirian teguh untuk beriman kepada Allah swt.